### Hal seiring Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan Letnan Jenderal TNI (purn) Rais Abin dan Mayor Jenderal TNI (purn) Sukotjo Tjokroatmodjo yang mengajukan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 33 ayat 6 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. ######SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI BUNG ABRAHAM LUNGGANA ,SH,MH UNTUK MASA JABATAN 2016-2020 HASIL MUNAS IX PEMUDA PANCA MARGA TANGGAL 7-9 AGUSTUS 2016 ####

Tuesday, November 23, 2010

Pembangunan Rutilahu Menjadi Prioritas

"Kebetulan anggota PPM disini kebanyakan sudah bekerja, jadi untuk membuktikan kepada masyarakat dan pemerintah, bantuan pembangunan Rutilahu tidak akan meminta bantuan anggaran dari pemerintah,"
PAKUAN RAYA ONLINE
CIBINONG-Kendati belum genap satu tahun menjadi Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Bogor, Ilham Permana mengaku akan membantu program pemerintahan Bupati Rachmat Yasin (RY), dengan terus melaksanakan kegiatan yang bersifat sosial.
"Dukungan kami terhadap pemerintah itu, dengan melakukan beragam kegiatan untuk membantu masyarakat, seperti akan melaksanakan program pembangunan rumah tidak layak huni ( Rutilahu), mendirikan sekolah paket dan kegiatan lainnya," kata Ilham, kepada Pakar kemarin.
Menurut dia, semua kegiatan itu nantinya akan disebar disejumlah wilayah, terutama yang keberadaannya kurang tersentuh bantuan dari pemerintah.
"Sekarang ini, masih ada wilayah yang keberadaannya tidak terperhatikan pemerintah. Baik masalah bantuan maupun soal pendidikan," ungkapnya.
Untuk melaksanakan program rutilahu kata ia, nantinya akan difokuskan dulu di wilayah Kabupaten Bogor bagian selatan, seperti Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk dan Tamansari.
"Ternyata di wilayah tersebut, masih terdapat beberapa rumah yang kondisinya sudah tidak layak ditempati. Makanya, melalui kebersamaan anggota PPM, secara bertahap kami akan membantu," ujarnya yang juga menjabat sekertaris DPC Partai Hanura.
Ilham mengungkapkan, beberapa program sosial untuk membantu pemerintah yang telah dilaksanakannya itu ialah, dengan ikut serta menertibkan pedagang kaki lima (PKL) Cibinong.
"Bahkan saat pelaksanaan penilaian Adipura beberapa waktu lalu, kami juga ikut berpartisifasi dengan melakukan bakti sosial," terangnya.
Selain itu sambung ia, melalui kerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik), PPM akan mengalakan sekolah paket A-B, sasarannya bagi anak yang sudah putus sekolah karena tidak adanya biaya.
"Tetapi sebelumnya, kami akan mendata terlebih dulu jumlah anak puus sekolah disetiap wilayah. Dan kemungkinan, tahun 2011 nanti baru akan kami laksanakan program tersebut," bebernya.
Sementara itu Aa Ikmal, Ketua Ranting PPM Kecamatan Ciawi membenarkan, program kerja yang akan dilaksanakan PPM untuk membantu masyarakat dan pemerintah telah disiapkan. "Sekarang saja, saya sudah mendata berapa jumlah rumah tidak layak yang ada disini," terangnya.
Namun lanjut ia, pelaksanaan Rutilahu itu bukan bersumber dana dari bantuan pemerintah, melainkan murni hasil swadaya anggota PPM dengan menyisihkan penghasilannya.
"Kebetulan anggota PPM disini kebanyakan sudah bekerja, jadi untuk membuktikan kepada masyarakat dan pemerintah, bantuan pembangunan Rutilahu tidak akan meminta bantuan anggaran dari pemerintah," tukasnya. =DED

Sunday, November 21, 2010

PT Freeport Sehari Kantongi 102 Kg Emas




JAYAPURA, KOMPAS.com - Direktur Lembaga Analisa Kebijakan Daerah (Lakeda), Lamadi de Lamato mengatakan, kedatangan presiden SBY, di Jayapura, diharapkan bisa meninjau ulang kontrak karya PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura, Mimika, Papua.

"Selama ini banyak hasil yang diambil PT Freeport dari perut bumi Papua, tetapi manfaat balik yang diberikan pada masyarakat asli Papua masih relative belum sesuai," katanya di Jayapura, Minggu (21/11/2010).

Menurut Lamadi Lamato, sesuai data yang baru-baru ini dipublikasikan dimedia massa, setiap harinya PT Freeport Indonesia menghasillkan 102 kilogram emas, di luar konsentrat tambang lainnya.

"Bayangkan berapa besar keuntungan yang telah didapat. Tetapi dana yang diberikan bagi masyarakat asli pemilik ulayat hanya satu persen, dan itupun sampai saat ini masih menjadi persoalan karena diperebutkan banyak pihak," terangnya.

Untuk itu Lamadi meminta presiden SBY dalam kunjungannya di Jayapura, menyempatkan diri untuk membahas masalah kontrak karya Freeport ini.

Selain pembahasan masalah kontrak karya Freeeport, Lamadi juga menuturkan, hal lain yang tidak kalah pentingnya yang harus diluruskan oleh presiden SBY adalah masalah rencana evaluasi undang-undang otonomi khusus yang belum dilakukan.

Presiden SBY dan rombongan dijadwalkan tiba di Jayapura, Minggu sore nanti, dan akan melakukan serangkaian kegiatan di antaranya membuka kegiatan pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-nusantara di Universitas Cenderawasih Jayapura.

Selain membuka pertemuan BEM se-nusantara itu, Presiden SBY juga akan memberi pengarahan dalam pertemuan Penguatan Kapasitas Keuangan Daerah yang rencananya digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua pada Minggu malam.

Dalam acara tersebut, akan dilakukan penandatanganan pakta Integritas bersama pihak DPRD, bupati/walikota maupun pimpinan daerah antara Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Diketahui, kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Papua, akan didampingi pejabat Eselon I, antara lain dari KPK, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

Saturday, November 20, 2010

Mantan Ketua PPM T.Tinggi Diburon

Starberita-Tebingtinggi, Mantan ketua PPM di era 80-an, oknum berinitial AKH. Bsw alias Khotib "diburon" 2 pimpinan organisasi masing-masing Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Pemuda Panca marga (MC.PPM) Kota Tebingtinggi karena di nilai telah mempermalukan kedua lembaga tersebut. Kedua Pimpinan oragnisasi ini berencana melaporkan oknum tersebut ke pihak yang berwajib.

Oknum mantan Ketua Cabang Pemuda Panca Marga Kota Tebingtinggi AKH. Bsw alias Khotib telah mempermalukan dan membohongi ketua MC.LVRI Kota Tebingtinggi dengan cara membawa-bawa nama MC.LVRI untuk menyebarkan proposal kegiatan peringatan 10 Nopember yang ternyata fiktif, di duga kuat banyak proposal-proposal yang telah masuk keberbagai instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Tebingtinggi bahkan kemungkinan besar proposal tersebut juga menyebar di luar kota Tebingtinggi yang semuanya itu dilakukan oleh oknum Kotib untuk mencari keuntungan pribadi semata.

Ketua Dewan Paripurna Cabang Pemuda Panca Marga Kota Tebingtinggi, Drs Zulkifli.B Siregar kepada wartawanyang menemuinya ,Kamis ( 17/11 ) di kantornya mengatakan selain kedua lembaga keluarga besar TNI ini , dia mengaku secara peribadi, dirinya juga telah dipermalukan oleh oknum AKH. Bsw, “Jujur aja kami semua sudah malu dibuat si Khotib ini, soalnya orang-orang tua yang ada di Legiun Veteran Tebingtinggi terus saja menanyakan kegiatan yang mau dibuat si-Khotib, yang rencananya mau mengundang para anggota Veteran dan Pemuda Panca Marga dalam rangka hari Pahlawan kemarin.” Ucapnya.

Ditempat terpisah, Ketua MC.PPM Kota Tebingtinggi, Syahrul Pohan juga mengutarakan hal yang sama, Katanya perbuatan oknum AKH, Bsw, telah mencoreng nama baik organisasi yang di pimpinnya.

“Selama 10 tahun saya memimpin PPM di Tebingtinggi ini tidak pernah saya ijinkan untuk meminta-minta dengan menggunakan proposal, dan himbauan ini berlaku untuk seluruh pengurus mulai dari tingkat cabang hingga tingkat ranting.” Tegas Syahrul.

Ternyata tanpa sepengetahuan dirinya, dan dengan membawa nama lembaga apa hingga oknum mantan ketua MC. PPM Kota Tebingtinggi diera tahun 80-an yang bernama Khotib ini justru melakukan hal tersebut dan bila terbukti membawa-bawa nama PPM Kota Tebingtinggi, Syahrul berniat akan menyelesaikannya lewat jalur hukum

“Kami berharap kepada pihak instansi yang telah menerima prosal yang membawa nama MC.LVRI dan MC.PPM Kota Tebingtinggi dalam rangka Hari Pahlawan, agar jangan dilayani, karena hal tersebut merupakan kegiatan fiktif,” Pinta Syahrul Pohan.

Kedua kader dari Keluaraga Besar LVRI ini meminta kepada pihak Pemerintah dan swasta agar jangan melayani proposal-proposal yang mungkin telah masuk instansi masing-masing dengan mengatasnamakan MC.LVRI dan MC.PPM, untuk tidak di layani dan segera melaporkan ke pihak berwajib karena kegiatan dalam proposal tersebut adalah kegiatan fiktif. Kedua pimpinan organisasi ini hingga kini belum mengetahui keberadaan oknum AKH, Bsw alias Khotib, diduga kuat telah kabur meninggalkan Kota Tebingtinggi.(andalas/BHI)

Friday, November 19, 2010

Pergantian Pengurus, PPM adakan Musyawarah Cabang VIII

Advertorial
[Jembrana.Sosial & Politik] 13.11.2010 :
Beritabali.com, Negara, Orgaisasi pemuda keluarga besar pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Pemuda Panca Marga Kabupaten Jembrana mengadakan musyawarah cabang Pemuda Panca Marga VIII untuk pergantian pengurus, pada Sabtu (13/11) di Aula Jimbarwana yang dihadiri oleh Ketua PD Pemuda Panca Marga Propinsi Bali dan rombongan, Dandim 1617 Jembrana, Kapolres Jembrana, Ketua LVRI Jembrana beserta jajaran pengurus dan juga dihadiri oleh Bupati Jembrana I Gede Winasa.

Menurut ketua Panitia Pelaksana Muscab Pemuda Panca Marga VIII Kabupaten Jembrana menjelaskan “Penyelenggaraan Musyawarah cabang kali ini merupakan amanat Organisasi sebagai pertanggung jawaban pengurus dalam mengakhiri masa tugas dalam I periode kepengurusan, beberapa agenda strategis yang akan dibahas kali ini yaitu memantapkan posisi kelembagaan sesuai dengan AD/ART Organisasi yang telah digariskan posisinya pada kepengurusan saat ini serta agenda lainnya yaitu untuk Memilih dan menetapkan kepengurusan baru untuk 4 tahun yang akan dating,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta Musyawarah Kabupaten hari ini yaitu 60 orang yang terdiri dari seluruh jajaran pengurus, ranting PPM se- Kabupaten Jembrana, Dewan Paripurna, Dewan Pembina, LVRI Kabupaten Jembrana, PD PPM Provinsi Bal, Pimpinan Organisasi Kepemudaan dan Ormas Se- Kabupaeten Jembrana sebagai Peninjau.

Disamping itu,Pimpinan Cabang Pemuda Panca Marga Kabupaten Jembrana mengatakan “Organisasi Pemuda Panca Marga adalah Organisasi sebagai wadah untuk mengadakan apresiasi positif kalangan generasi muda khususnya keluarga Pejuang Kemerdekaan”.

Bupati Winasa yang juga memberikan asambutan pada acara itu, juga sangat menyambut baik atas adanya organisasi ini dan pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan ini merupakan proses demokrasi tanpa harus mengedepankan rasa ekslusifisme belajar memahami pendapat dan masuksn serta kritik dengan melalui cara-cara yang santun dan berbudaya yang mencerminkan bahwa kita telah mampu hidup secara berdampingan, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ungkapnya.

Winasa juga berharap bahwa PC PPM Jembrana nantinya dapat menghasilkan keputusan-keputusan Organisasi yang bermanfaat khususnya kalangan keluarga besar pejuang, baik yang menyangkut Program Kerja maupun Struktur Kepengurusan untuk Jangka waktu 4 tahun yang akan datang. (ana/humas jembrana)

Thursday, November 18, 2010

BHAKTI MERAPI



PERKEMBANGAN PENANGANAN OPERASI SAR BASARNAS PADA MUSIBAH MERAPI
KANTOR SAR SEMARANG --- Hari ini (14/11) penyisiran dilakukan oleh 3 SRU di Posko UGM dan 2 SRU di Posko Kabupaten Magelang. Tiap-tiap SRU akan melakukan penyisiran, persuasi dan evakuasi jika diperlukan di kawasan berbahaya Merapi.

Posko UGM dari, pkl. 08.00 sampai 14.00 WIB, bergerak di Kecamatan Jogonalan dan Kebonarum Kab. Klaten (SRU 1). Sedangkan di jam yang sama, SRU 2 akan menyisir Kecamatan Tempel, Sleman dan Ngaglik Kab. Klaten, dengan hasil diketemukannya 4 jenazah lagi, kemudian ke empat jenazah segera di evakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RS Sarjito Yogyakarta. Pada pukul 12.00 hingga 17.00 WIB, SRU 3 menyusul bergerak di Kecamatan Kalasan dan Prambanan Kab. Sleman serta Kecamatan Prambanan Kab. Klaten.

Dari Posko Kabupaten Magelang, SRU 1 menyisir di Kecamatan Mungkid dan Muntilan Kab. Magelang mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Sementara itu, SRU 2 bergerak di Kecamatan Salam dan Nguwar Kab. Magelang dari pukul 12.00 sampai 17.00 WIB.

Selain dari Basarnas, tim yang berangkat dibantu juga oleh beberapa unsur lain seperti TNI/POLRI, PMI, ORARI, KOMPAK Merapi, MAPADOKS UNISSULA, Peduli Merapi, ESDM, Pemuda Panca Marga, serta Sampurna Rescue. (admin)

Monday, November 15, 2010

Militer ASEAN Harus Waspadai Perang Dunia Maya

Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengarah Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengingatkan, militer ASEAN harus mewaspadai bahaya perang dunia maya dan perang bawah laut di masa mendatang.

Berbicara pada seminar "Memposisikan Forum Menteri Pertahanan ASEAN Dalam Political-Security Community ASEAN," di Jakarta, Senin, ia mengatakan, masalah-masalah pertahanan di masa datang akan lebih dipengaruhi oleh transformasi lingkungan yang dipacu perkembangan Teknologi Informasi.

"Dulu kita boleh berbicara kekuatan militer dunia tidak akan jalan jika tidak didukung kekuatan udara. Sekarang tidak perlu kekuatan udara, tidak bisa jika tidak dukung `cyber space`. Saat cyber space`-nya diacak, kekuatan udara itu tidak akan ada artinya, ratusan pesawat terbang tidak akan mengudara," katanya.

Mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat itu mengemukakan, saat ini lingkungan pertahanan bergerak cepat menjadi lima domain yakni darat, laut, udara, ruang angkasa dan dunia maya.

"Jadi, sudah seyogyanya para petinggi militer ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif terhadap perubahan lingkungan pertahanan yang dikendalikan teknologi informasi tersebut," katanya, menegaskan.

Bagaimana pun, peranan kelima domain di lingkungan pertahanan yang semakin menguat dan kompleks akan berpengaruh terhadap Confidence Building Measures (CBM) dilingkungan ASEAN, kata Dorojatun.

"Ini terlihat saat terjadi kekisruhan dalam hubungan antarnegara yang kerap ditimbulkan karena salah persepsi antara pihak terkait. Karena itu ke depan, Forum Menteri Pertahanan ASEAN harus mampu mengantisipasi kemungkinan salah paham akibat persepsi yang salah. Dengan begitu, kesalahpahaman yang berujung konflik dapat diantisipasi sejak dini baik di tingkat bilateral maupun regional," katanya.

Selain perang dunia maya, militer ASEAN juga harus mewaspadai perang kapal bawah permukaan.

"Kapal selam saat ini lebih cepat mobilitasnya, dan lebih canggih teknologinya. Kapal selam saat ini tidak perlu harus ke permukaan untuk mengganti logistik atau mendapatkan komando. Dia hanya ke permukaan untuk mengganti personil, sedangkan komando bisa dilakukan dengan menggunakan alat komunikasi `cyber` frekuensi tinggi," ujarnya.

Secara umum, lanjut Dorojatun, Indonesia harus berperan aktif untuk menjadikan Forum Menteri Pertahanan ASEAN sabagai bagian dari CBM di lingkungan ASEAN terutama dalam membangun kerja sama regional untuk menghadapi serta menangani kepentingan bersama bidang pertahanan.

"Forum juga harus mendasarkan diri pada semangat ASEAN yang tidak memihak di dalam persaingan apalagi yang bersifat rivalitas, diantara kekuatan-kekuatan besar, dan sebagai CBM Forum Menteri Pertahanan ASEAN merupakan ajang pembahasan terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan menggunakan landasan multidisipliner," ujarnya.

Misi Forum Menteri Pertahanan ASEAN harus dapat melakukan pembahasan yang membuka peluang bag perumusan masalah yang bersifat antisipatif dari pertahanan regional demi kestabilan kawasan, kata Dorojatun.

"Tak hanya itu, forum tersebut juga harus melakukan upaya bersama untuk menyebarkan informasi terkait masalah pertahanan bagi kepentingan bersama masyarakat ASEAN," katanya, menambahkan.

Friday, November 12, 2010

Tokoh Serba Tahu Itu Telah Tiada

Ambon (ANTARA) - Matahari baru saja menyembulkan wajahnya di balik bukit Kota Ambon, saat kabar duka itu tiba menyeruak relung hati beberapa wartawan di Ambon. "Om Des Alwi sudah meninggal," ujar Redaktur Biro ANTARA Maluku, Dien Kelilauw, saat menghubungi beberapa rekan wartawan di Ambon yang sudah tergolong senior dan kenal dekat dengan sosok Des Alwi untuk memberitahukan kabar meninggalnya sejarawan itu di usia 83 tahun. Sejarawan tiga zaman, mulai zaman Orde Lama saat pemerintahan Soekarno, Orde Baru saat pemerintahan Soeharto hingga Reformasi ini, menghadap Sang Khalik pada Jumat subuh di Jakarta. Sebelumnya selama dua minggu dirawat di RS Cinere Jakarta Selatan karena keluhan sesak nafas dan nyeri dada. "Saya sempat terlibat berdialog dan bercengkerama saat Om Des dirawat di RS Cinere. Sebelum saya datang anak-anaknya mengatakan Om Des jarang bicara dan lebih banyak diam. Saat saya datang barulah Om Des bicara banyak," ujar Dien. Dien mengaku begitu dekat dengan sosok anak angkat Proklamator Muhammad Hatta itu. Perkenalannya dengan Om Des dimulai saat meliput letusan Gunung Api Banda, Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, tahun 1988. Kala itu Om Des mengerahkan semua prasarana dan kemampuan yang dimilikinya untuk menyelamatkan masyarakat Banda agar tidak menjadi korban letusan Gunung Api. Ia lahir dengan nama lengkap Des Alwi Abubakar pada 17 November 1927 di Desa Nusantara, Naira sebuah pulau kecil dalam kelompok Banda di Kepulauan Maluku. Ayahnya bernama Alwi, berasal dari Ternate yang konon masih keturunan Sultan Palembang yang dibuang ke Banda. Sang ibu bernama Halijah Baadilla, anak perempuan dari Said Baadilla, pengusaha mutiara yang pernah terkenal dari Naira. Sang kakek, Said Baadilla terkenal sebagai pebisnis ulung di Banda. Dengan bendera perusahaan Baadilla Brothers, ia mengembangkan bisnis mutiara Banda dan perkebunan Pala yang terkenal dengan Perk Kele Norwegen di Lonthor dan di Pagar Buton, Banda Besar. Mutiara dan Pala itu diekspor ke berbagai negara di Eropa, hingga ia dikenal sebagai eksportir berpengaruh. Berkembangnya perusahaan Baadilla Brothers menjulangkan nama Said Baadilla, hingga Pemerintah Hindia Belanda menjulukinya sebagai Raja Mutiara Maluku. Dengan julukan itu, pada tahun 1896 Said Baadilla mendapat kehormatan menjadi tamu istimewa Ratu Emma, istri Wilhelm III di Belanda.

Tokoh Serba Tahu

Kalangan wartawan Maluku maupun insan pers nasional dan luar negeri, sangat mengenal betul pria kelahiran 17 November 1927 di Desa Nusantara, Naira itu.

Desa Nusantara, Naira adalah sebuah pulau kecil dalam kelompok Banda di Kepulauan Maluku. Almarhum Des Alwi semasa hidupnya dianggap sebagai "tokoh serba tahu". "Silahkan tanya apa saja ke Om Des dan anda pasti puas dengan jawabannya. Dia narasumber tanpa batas," ujar Rudy Fovit, Redaktur Senior SKH Suara Maluku (koran lokal di Ambon) yang mengaku sangat terkejut dan didera rasa kehilangan luar biasa mendengar kabar perginya Om Des. Makanya tidak heran jika Om Des Alwi kenal dan akrab dengan para tokoh pers nasional seperti Karni Ilyas, Gunawan Mohamad dan Jacob Utama, karena telah berpuluh tahun dia menjadi narasumber media untuk menceritakan kilas balik sejarah yang tersimpan dengan baik dalam "memori" otaknya. Bagi Rudy, sosok Om Des sangat bersahaja dan tidak "kikir" dalam memberikan informasi apa saja bagi kaum kuli disket. Sebab Om Des adalah tokoh dengan banyak dimensi.

Ia seorang budayawan, sejarahwan, negarawan, diplomat, penulis, fotografer, sutradara, produser film. Ia seorang penyelam, tokoh botani laut, tokoh perkebunan, penguasa pariwisata, pekerja kemanusiaan, tokoh perdamaian, tokoh pluralisme. Des Alwi juga menjadi tokoh yang mendukung kerja-kerja jurnalistik. Selain membantu memperlancar tugas jurnalistik, ia menjadi narasumber yang sangat terbuka dalam berbagi informasi dan gagasan. "Salah satu hal penting dari Om Des Alwi adalah ia tidak pernah memberi amplop kepada wartawan yang mewawancarainya. Sekadar minum kopi atau makan siang, pernah ia lakukan, tetapi menyogok wartawan dengan amplop, itu tak pernah dilakukan. Ini sikap yang mendukung kerja jurnalistik profesional," ujar Rudy Fovit.

Hadiah tak terduga

Di mata para wartawan di Maluku, Om Des selain menjadi sumber berita, juga sosok penderma tanpa "embel-embel" apa pun. Ia dengan suka rela dan tanpa sepengetahuan membantu para wartawan yang merupakan teman dekatnya secara diam-diam, jika mereka atau keluarganya mengalami musibah. Mantan Kepala Biro ANTARA Maluku, Dien Kelilauw mengakui, pernah diberikan kamera foto bermerek Nikon oleh Om Des tahun 1993 lalu, padahal barang mewah itu baru dibeli. "Waktu itu saya dipanggil Om Des untuk bertemu sekedar bercerita dan menunjukkan kamera yang menurut Om Des baru dibeli seharga Rp30-an juta. Setelah selesai dan saya akan pulang, Ia langsung memberikan kamera itu pada saya. Katanya sebagai wartawan harus punya kamera. Kameranya masih saya simpan sampai sekarang," ujar Dien. Begitu pun Pemred Tabloid Senator, Achmad Malik Rumra, juga bisa merasakan kemurahan hati Des Alwi yang menyediakan kantornya di Jl. Narada No.36 Tanah Tinggi Jakarta Pusat untuk menjadi kantor reaksi Tabloid Senator, tanpa dibayar sepeser pun. "Waktu itu saya lagi mencari gedung untuk dijadikan sekretariat redaksi. Kemudian saya bertemu Des Alwi dan ia menawarkan gedung kantornya untuk dijadikan kantor redaksi Senator," ujar Achmad Malik yang mengaku sempat tinggal selama dua tahun di rumah Des Alwi saat pertama kali ke Jakarta. Ayah dari empat anak Karma Alwi (Alm), Mira Alwi, Tanya Alwi dan Ramon Alwi ini pun juga terkenal suka menolong pata wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik di Pulau Banda untuk menginap di hotel dan home stay (rumah sewa) miliknya secara gratis atau membayar sekedarnya saja. Namun, saat ayah tiga anak ini merasa dirugikan oleh pemberitaan media di Ambon beberapa waktu lalu, Om Des tidak serta merta menggunakan cara-cara preman yang banyak ditempuh para pejabat--padahal ia bisa melakukannya--tetapi malah memilih langkah legal dengan mengadu ke Dewan Pers. Dewan Pers memperhatikan keluhannya dan mewajibkan sebuah harian di Ambon menyiarkan rekomendasi Dewan Pers dan hak jawab Des Alwi. Mantan wartawan Kompas dan Media Indonesia, Kutny Tuhepaly, malah pernah diajak jalan-jalan ke Malaysia dan Singapura tahun 2008 oleh Om Des yang pernah menjabat Atase Kebudayaan RI di Bern, Swiss, Wina, Budapest dan Manila. "Saat itu saya ikut menyaksikan dan mendengar langsung pertemuan serta pembicaraan Des Alwi dengan mantan PM Singapura Lee Kuan Yew serta PM Malaysia Tun Abdul Razak," katanya. Hubungan baik antara Des Alwi dengan PM Singapura Lee Kuan Yew dan terlebih dengan PM. Tun Abdul Razak, dimulai saat ia terlibat langsung dalam Operasi Khusus Tim Penyelesaian Konfrontasi antara Indonesia-Malaysia tahun 1965-1975. Bagi kalangan wartawan maupun pimpinan negara, Om Des dikenal sebagai pelobi ulung dan ia berhasil meredakan konfrontasi Malaysia dengan melakukan pendekatan diplomasi dengan mantan PM Tun Abdul Rahman dan mantan Tun Abdul Razak. Kemahiran Des alwi berdiplomasi karena banyak belajar dari dr Tjipto Mangunkusumo yang disebutnya sebagai Oom Tjip, Dr Mohammad Hatta yang dipanggilnya sebagai Oom Kaca Mata, Sjahrir sebagai Oom Rir, Mr Iwa Kusumah Sumantri dan beberapa anggota Sjarikat Islam Indonesia lainnya yang pernah dibuang di Banda. Sepanjang hidupnya Des Alwi mendapatkan penghargaan Bintang Pejuang 45, Bintang Pejuang 50 dan Bintang Mahaputra Pratama 2000, atas jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara.

Sejarah dan budaya

Lelaki yang berpendidikan sarjana British Institute of Technology London (1947-1950), pendidikan Pasca Sarjana di Philips NSF Advance School Hilversum Jan-Juli 1950 Hilversum serta Special Antena Penyiaran Rombek ITB dan PT (Pos, Telegraph dan Telepon) 1951 Bandung itu, sering mengingatkan kalangan wartawan maupun generasi muda untuk mencintai sejarah dan budayanya sendiri. "Jangan pernah melupakan sejarah yang diperoleh dengan tumpahan darah dan nyawa para pejuang bangsa ini, karena dari sanalah sejarah bangsa ini tercipta," ujar Des Alwi dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik di Banda. Om Des yang pernah meniti karir sebagai Penterjemah Siaran Teknik dan Bahasa Asing RRI 1950-1951, juga mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian jadi diri bangsa, serta gemar melestarikan pesona keindahan alam dan bawah laut Pulau Banda. Banyak hasil karyanya merekam keindahan alam bawah laut Pulau Banda yang dikenal sebagai surga bawah laut terindah di dunia dengan handycamnya, ditayangkan pada televisi swasta nasional dan asing termasuk oleh saluran TV kabel dan satelit Discovery Channel. Kecintaannya terhadap keindahan alam bawah laut Pulau Banda, membuatnya setiap waktu meninggalkan berbagai kesibukkannya di Jakarta untuk pulang dan menyelam di Banda. "Saya hobi menyelam sejak kecil. Tubuh saya yang tambun ini tidak menjadi halangan untuk menyelam dan mengabadikan berbagai keindahan alam bawah laut Pulau Banda yang tidak ditemukan di daerah lain," ujar Des Alwi. "Keharuman rempah-rempah pulau Banda jugalah yang membuat bangsa ini dijajah. Tetapi sekarang Banda harus kembali `harum` karena keindahan alam bawah lautnya. Saya tidak akan pernah berhenti mempromosikan Banda kemana pun," kata Des Alwi yang juga Direktur Utama PT. Avisarti Film Corporation, Ketua Yayasan Warisan dan Budaya Bunda, Ketua Yayasan 10 Nov`45 1990 dan Wakil Ketua II Departemen Usaha Sea And Island Resort DPP Gahawisri itu. Karena kegigihannya mempromosikan keindahan bawah laut serta peninggalan sejarah Pulau Banda jugalah yang membuat Unesco menetapkan pulau Banda sebagai salah satu warisan dunia. Namun, sebelum sempat mewujudkan `ambisinya` menjadikan Banda sebagai Kawasan Otorita seperti Batam tetapi di bidang kebudayaan, bukan perdagangan, ia telah dipanggil pulang meghadap Sang Khalik. Ia tidak hanya dikenal sebagai pelaku sejarah, tetapi juga sebagai juru potret yang teliti dan pengumpul data sejarah berupa tulisan, hingga film dokumenter yang sering dibajak oleh media massa di Indonesia. Selamat jalan Om Des, tokoh Banda, tokoh Maluku, tokoh Indonesia dan tokoh dunia. Selamat berbahagia di lautan baka. Di Laut Banda nan fana, nama Om Des selalu dikenang sebagai spesies baru karang raksasa `Acropora des alwi` yang ditemukannya saat melakukan penyelaman bersama peneliti Unesco seusai Gunung Api Banda meletus tahun 1988.

Wednesday, November 10, 2010

BNPP: 12 Pulau Kecil Terluar Perlu Perhatian

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Gamawan Fauzi mengatakan, 12 pulau kecil terluar memerlukan perhatian khusus terkait pengelolaan batas wilayah negara dan pembangunan kawasan perbatasan.

Kedua belas pulau kecil terluar ini, jelas Gamawan di Jakarta, Kamis, yakni Pulau Rondo, Berhala, Sekatung, Nipah, Marore, Miangas, Dana II, Dana I, Batek, Fani, Fanildo, dan Pulau Bras.

"Dua belas pulau kecil terluar ini membutuhkan perhatian khusus," katanya dalam Lokakarya Nasional Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Pembangunan Kawasan Perbatasan.

Ia menuturkan sebagian besar daerah perbatasan di Indonesia merupakan daerah tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi, serta pertahanan dan keamanan yang sangat terbatas.

Stigma masa lalu telah memberi kesan kawasan perbatasan merupakan kawasan yang perlu diawasi ketat. Hal ini mengakibatkan kawasan perbatasan di beberapa daerah menjadi kurang tersentuh oleh dinamika pembangunan khususnya bidang sosial dan ekonomi.

"Sehingga masyarakat di daerah perbatasan pada umumnya miskin, tertinggal, dan terisolir, bahkan sebagian kecil dari mereka ada yang berorientasi pada negara tetangga," katanya.

Kondisi ini, lanjut dia, semakin mendorong perlunya pendekatan yang integral dalam pengelolaan perbatasan antarnegara.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, mengamanatkan pengelolaan batas antarnegara dilakukan dengan keterpaduan pendekatan kesejahteraan, keamanan, dan kelestarian.

Agar pengelolaan batas wilayah negara dan pembangunan kawasan negara lebih fokus dan tepat sasaran, Gamawan meminta agar Kementerian, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, dan pemerintah daerah berkoordinasi dengan BNPP dalam menyusun program, melokasikan kegiatan, dan menyusun rencana anggaran.

Selain itu, Kementerian, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, dan pemerintah daerah untuk mengacu pada rencana pengelolaan kawasan perbatasan yang ditetapkan oleh BNPP, dalam melaksanakan kegiatannya dalam kawasan perbatasan.

Wadah Program

Sementara itu, dalam Lokakarya Nasional tersebut, Gamawan mengimbau pada Kepala Bapeenas dan Menteri Keuangan agar menyiapkan satu nomenklatur program yang khusus mewadahi berbagai program yang dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga Pemerintah non Kementerian di kawasan perbatasan.

"Dengan demikian kegiatan/proyek yang dijalankan oleh berbagai Kementerian tidak tersebar di berbagai program," katanya.

Jika kegiatan ini tersebar di berbagai program maka akan menyulitkan koordinasi, keterpaduan dalam pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pembangunan, jelasnya.

Gamawan menjelaskan wadah program yang terintegrasi ini tidak dimaksudkan untuk mengalihkan atau memindahkan kegiatan yang menjadi tanggung jawab Kementerian/Lembaga Pemerintah non Kementerian ke suatu lembaga tertentu, namun lebih ditujukan untuk pengkoordinasian program.

Presiden SBY Pimpin Peringatan Hari Pahlawan


TEMPO Interaktif, Jakarta -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin peringatan Hari Pahlawan 10 November di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta selatan, Rabu (10/11). Dalam kesempatan ini, SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Presiden direncanakan akan menaburkan bunga di makam para pahlawan dan tokoh nasional antara lain: Adam Malik, Sutoyo Siswomihardjo, S Parman, MT Haryono, Suprapto, Ahmad Yani, Sudarmono, Umar Wirahadikusuma, AH Nasution dan Edi Sudrajat.

Hadir Wakil Presiden Boediono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Kehutanan Zulkifly Hasan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua BPK Hadi Purnomo, dan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah.

Dalam acara ini seluruh perserta mengheningkan cipta bersamaan dengan dibunyikannya sirine. Semua peserta upacara menundukan kepala. Presiden juga meletakkan karangan bunga di taman makam pahlawan. Setelah itu, Presiden juga menyempatkan diri mendoakan arwah para pahlawan.

Di luar taman makam pahlawan, ratusan tentara dan polisi berjaga untuk mengamankan jalannya upacara.

EKO ARI WIBOWO

Tuesday, November 09, 2010

PPM Langkat Adakan Lomba Napak Tilas Juang’45

STABAT (Berita) : Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghormati dan mengingat perjuangan para Pahlawannya. Semangat kejuangan yang diemban Markas cabang Pemuda Panca Marga (PPM) Langkat menyambut hari Pahlawan Nasional 10 November nanti disambut dengan pelaksanaan Lomba Napak Tilas menyusuri rute para pejuang di bumi Langkat tingkat Propinsi yang memperebutkan piala Bupati Langkat dengan total hadiah Rp. 20 juta.

Pendaftaran dibuka di Markas Cabang PPM Langkat di Jln. KH. Zainal Arifin Stabat (Depan Polsek Stabat) mulai tanggal 20 Oktober hingga 6 November 2010 dengan mengisi formulir yang disediakan oleh panitia dan dikembalikan ke panitia paling lambat 6 November 2010.

Pemenang dibagi dalam 3 kategori yakni kategori regu terbaik putra dan putri, regu terbaik II s/d V putra dan putri dan Komandan regu terbaik putra dan putri yang masing-masing mendapat trophy dan piagam serta sejumlah uang pembinaan.

Penilaian secara keseluruhan mencakup kesopanan, sikap, tingkah laku dan perbuatan di tengah-tengah peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Panitia sangat mengharapkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat untuk menyemarakkan gema semangat kejuangan di bumi Langkat.

Perlombaan ini terbuka untuk umum, pelajar, mahasiswa, instansi maupun OKP dengan jumlah anggota 11 orang dalam 1 regu (tidak dibenarkan bergabung antara pria dan wanita). Panitia tidak mengutip bayaran dalam bentuk apapun dan route yang akan ditempuh melalui Secanggang menuju Stabat. (slm)

Sunday, October 31, 2010

BNPB: Ada Pengungsi Palsu di Barak Pengungsian

Liputan6.com, Yogyakarta: Bantuan dari donatur untuk para pengungsi sebaiknya disalurkan melalui pos komando (posko) penanggulangan bencana. Hal ini untuk menghindari salah sasaran.

"Kami minta masyarakat yang menyumbang bantuan hendaknya melalui sekretariat posko. Bantuan itu pasti akan didistribusikan kepada para pengungsi," kata Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif di Posko Merapi Pakem, Sleman, Yogyakarta, Ahad (31/10).

Syamsul mengatakan, bantuan sebelum didistribusikan sebaiknya diinventarisasi. Ini penting untuk mengantisipasi adanya pengungsi palsu yang diduga marak dalam kondisi seperti ini. "Ada oknum yang mengambil keuntungan di atas penderitaan korban bencana alam. Oknum tersebut berpura-pura menjadi pengungsi dan menerima bantuan," kata Syamsul.

Menurut Syamsul, BNPB banyak mendapat keluhan dari warga di barak pengungsian dengan berpura-pura menjadi pengungsi. Pengungsi palsu adalah penduduk daerah lain yang tidak menjadi korban bencana alam yang mengambil kesempatan dalam kesusahan. Mereka sengaja datang ke lokasi pengungsian dan mendapat bantuan dari para donatur yang terkadang lebih sreg jika menyerahkan bantuan secara langsung. "Namun, ternyata banyak warga yang sebenarnya bukan korban bencana alam malah dapat bantuan dari para donatur," kata Syamsul.(ULF/Ant)

Monday, October 25, 2010

Ruhut: Hanya Anak PKI Tolak Soeharto Pahlawan



INILAH.COM, Jakarta - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul setuju dengan rencana pemerintah memberi gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.

Menurutnya, kendati Soeharto punya salah, namun harus dimaafkan. Sebagai mantan presiden, banyak jasa yang ditorehkan Soeharto untuk bangsa ini. "Yang tak setuju Soeharto jadi pahlawan cuma anak PKI," tegas Ruhut, kepada INILAH.COM, Jakarta (24/10/2010).

Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus menghormati jasa pahlawannya. Indonesia juga negara berazaskan agama, harus bisa saling memaafkan. "Saya sangat setuju Soeharto menjadi pahlawan," tukasnya.

Sepuluh nama tokoh nasional telah diajukan ke kepada DPR untuk memperoleh gelar pahlawan nasional. Ke-10 nama tersebut adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.

Kemudian, Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat. [hid]

Friday, October 22, 2010

Mahfud MD Setuju Soeharto Jadi Pahlawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mohammad Mahfud MD, setuju pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto. "Saya secara pribadi sebagai orang Indonesia sebenarnya tidak apa-apa diberi gelar pahlawan tersebut," katanya di Padang, Jumat (22/10), usai temu wicara dengan gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dan sejumlah pihak lainnya.

Mahfud berpendapat sebagai bangsa yang punya kesantunan, Indonesia patut menghargai pemimpin yang sudah lalu, melupakan kesalahannya dan mengingat jasa-jasanya. Dia minta agar semuanaya diserahkan saja kepada menkopolhukam sebagai ketua dewan tanda-tanda jasa.

Menurut Mahfud, Soeharto telah menata pembangunan di negeri ini dan juga membangun ekonomi dan jasanya selama kurun 32 tahun tak bisa dibantah siapa pun. Ia menilai, untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto sudah ada ukuran dan undang-undangnya dengan tim yang dipimpin menkopolhutkam.

Dia minta masyarakat menyerahkan pada pihak yang berwenang. "Kita harus bisa menerima apa pun keputusannya," tegasnya.

Thursday, October 21, 2010

Usulan Pahlawan Nasional Bukan dari Pemerintah


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Sosial Salim Segaf al-Jufri menegaskan bahwa usulan pencalonan seorang tokoh sebagai pahlawan nasional bukan dari pemerintah, tapi masyarakat.

"Tidak ada pencalonan itu langsung dari pemerintah, tapi dari bawah. Setiap warga negara berhak mencalonkan siapa yang dianggap pantas menjadi pahlawan nasional," kata Mensos usai melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon satu di jajaran Kementerian Sosial di Jakarta, Senin.

Kementerian Sosial mengajukan 10 nama tokoh yang telah diseleksi untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa.

Ke 10 nama tersebut adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.

Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat.

Namun, terdapat pro kontra terhadap pencalonan mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Terkait pro kontra tersebut, Mensos menyatakan pasti ada dan menurutnya hal tersebut wajar di era demokrasi.

Pencalonan pahlawan nasional tersebut dikatakannya diatur dalam UU nomor 20 Tahun 2009 di dalam pasal 15 dan 26 tentang syarat-syarat umum dan syarat khusus.

Syarat umum yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) atau mereka yang berjuang di wilayah yang sekarang disebut NKRI. Sedangkan syarat khusus berjuang jelas untuk melawan penjajah baik dalam perjuangan politik, pendidikan dan lainnya.

Selain itu, berakhlak mulia dan tidak pernah dihukum penjara serta selalu berjuang untuk negara Republik Indonesia.

Menurut dia, yang sangat mendasar adalah diajukan dari bawah yaitu masyarakat, bupati, gubernur. Di tingkat gubernur ada tim yang dinamakan tim pengkaji dan peneliti gelar daerah.

Setelah diteliti, digodok dan dilihat syarat-syaratnya kemudian dibuat seminar tentang orang tersebut baru diangkat di kementerian sosial, ditahap ini juga diteliti oleh tim peneliti dan pengkaji gelar pusat.

Setelah didiskusikan selama sekitar empat bulan, baru diangkat ke dewan gelar tanda jasa dan kehormatan yang dipimpin Menko Polhukam.

"Tahapan yang dilalui juga panjang bukan sehari dua hari dan mulai dari level bawah, jadi kita tunggu saja hasilnya," ujar Mensos.

Sunday, October 03, 2010

TURUT BERITA DUKA CITA


PIMPINAN PUSAT DAN SEGENAP ANGGOTA PEMUDA PANCA MARGA MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BUNG EDY HARTAWAN KETUA UMUM LASKAR MERAH PUTIH DAN MANTAN ASLOG KORPS YUDHA PUTRA PEMUDA PANCA MARGA PADA MINGGU TANGGAL 3 OKTOBER 2010 DI RUMAH SAKIT OMNI SERPONG, SEMOGA APA YANG TELAH DIPERJUANGKAN SELAMA INI OLEH ALMARHUM DAPAT DILANJUTKAN, DAN SEMOGAPULA AMAL DAN IBADAHNYA DITERIMA DISISINYA SERTA YANG DITINGGALKAN DAPAT TABAH. AMIN