### Hal seiring Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan Letnan Jenderal TNI (purn) Rais Abin dan Mayor Jenderal TNI (purn) Sukotjo Tjokroatmodjo yang mengajukan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 33 ayat 6 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. ######SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI BUNG ABRAHAM LUNGGANA ,SH,MH UNTUK MASA JABATAN 2016-2020 HASIL MUNAS IX PEMUDA PANCA MARGA TANGGAL 7-9 AGUSTUS 2016 ####

Wednesday, July 25, 2012

Brigjen TNI Doni Munardo resmi jabat Dan-Paspampres

sindikasi
Jakarta (ANTARA News) - Brigjen TNI Doni Munardo yang sebelumnya menjabat Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Wadanjen Kopassus) resmi menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memimpin upacara militer dalam rangka serah terima jabatan Danpaspampres dari Mayjen TNI Agus Sutomo kepada Brigjen TNI Doni Munardo di Mako Paspampres, Jakarta, Rabu.

Mayjen TNI Agus Sutomo selanjutnya akan menjabat sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya yang dimutasi menjadi Pangdam IX/Udayana.

Pergantian jabatan ini sesuai keputusan Panglima TNI nomor: Kep/392/VI/2012 tanggal 15 Juni 2012. Dalam keputusan ini, ada 46 perwira tinggi yang berganti jabatan.

Sebelumnya Doni telah menyerahkan jabatannya sebagai Wadanjen Kopassus kepada Kolonel Inf Jaswandi yang sebelumnya Pamen Denma Mabesad.

Doni yang merupakan Akmil angkatan 1985 sebelum menjadi Wadanjen Kopassus merupakan Dan Grup A Paspampres. Dengan jabatan sebagai Dan Paspampres, maka perwira tinggi yang lama berkarier di Kopassus ini akan kembali mengurus `Istana`.

Dengan jabatan barunya, Doni Munardo juga akan mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayjen, perwira tinggi bintang dua.
(S037/R007)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012

Saturday, July 14, 2012

Pakde Karwo Ingatkan PPM Untuk Bergerak di Ekonomi Kreatif

Surabaya (KoranNusantara-online) - Gubernur Jatim Dr.H.Soekarwo mengingatkan PPM (Pemuda Panca Marga) untuk bergerak di ekonomi kreatif. Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah potensi produktif yang membutuhkan pengelolaan yang maksimal akan mendatangkan insentif yang bermanfaat. Suatu Organisasi harus mendorong bergeraknya ekonomi kreatif anggotanya untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Soekarwo disela-sela pembukaan Rakerda I Pemuda Panca Marga (PPM) Jatim di Asrama Haji Surabaya, Sabtu (14/7).
“ Suatu Organisasi harus mendorong bergeraknya ekonomi kreatif anggotanya untuk meningkatkan kesejahteraan. Pimpinan organisasi apabila bisa meningkatkan dan menciptakan ekonomi kreatif akan bisa menambah insentif bagi anggotanya,”kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu.
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo mengungkapkan, banyak sekali investor di Jatim yang membutuhkan bahan baku produksi seperti halnya Chiel Jedang yang memproduksi tepung. Bahan baku tepung tersebut membutuhkan casava sebanyak satu juta ton dan 350 ribu ton jagung.
“Ini adalah sebuah kesempatan bagi suatu organisasi menyiapkan jagung extrak karena Chiel Jedang mau menerimanya sebagai bahan baku tepung. Apabila yang disiapkan adalah jagung pipilan maka yang untung adalah Chiel Jedang oleh karenanya organisasi pemuda harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk keuntungan organisasi,” kata pakde.
Potensi tersebut, kata Pakde Karwo ini adalah suatu kesempatan besar bagi organisasi kepemudaan untuk ikut bergerak membangun ekonomi kreatif.Diperlukan skill dan manajemen yang bagus untuk mengelola potensi tersebut.
Pemprov Jatim terus menerus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui salah satu programnya yaitu renovasi Rumah tidak Layak Huni (RTLH). Tiap tahun melakukan renovasi 20.000 RTLH yang bekerjasama dengan TNI Kodam V Brawijaya.
“Pemrov Jatim bekerjasama dengan Kodam V Brawijaya berupaya merenovasi RTLH sebanyak 20 ribu unit,”ungkapnya
Propinsi Jatim, kata Pakde Karwo adalah provinsi yang heterogen penduduknya. Dari berbagai suku dan agama ada di Jatim namun mereka rukun duduk berdampingan.
“Orang Jatim banyak campuran dari berbagai suku Indonesia namun mereka hidup rukun berdampingan. Kondisi yang aman dan nyaman ini mendukung meningkatnya perekonomian Jatim,”katanya.
Pembukaan Rakerda II PPM Jatim dilaksananakan mulai tanggal 13-15 Juli dihadiri Danrem, Ketua Umum PPM dan Ketua PD PPM Jatim.  (yok)

Friday, July 13, 2012

PPM Jatim Target Figur untuk Pilgub Jatim 2013


 Rabu, 11 Juli 2012 16:53 WIB

Soekarwo dan Khofifah Masuk Penjaringan

LENSAINDONESIA.COM: Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 yang semakin dekat, berbagai organisasi telah ancang-ancang untuk melakukan penjaringan terhadap figur yang dinilai layak diusung dalam pesta demokrasi lima tahunan nanti.
Salah satunya, organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) Jatim yang mengaku telah menyiapkan empat nama yang dinilai layak memimpin Jatim.
Diantaranya, Gubernur Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Khofifah Indar Parawansa dan Mantan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo.
Ketua Steering Committe Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PPM Jatim 2012, Meulila Usman, mengatakan, dengan melakukan penjaringan  calon Gubernur ini, maka PPM Jatim menjadi organisasi kepemudaan pertama yang melakukan deklarasi.
“Empat nama telah disiapkan, PPM akan membahas secara intensif dalam Rakerda,” ujar Meulila, Rabu (11/07).
Dikatakan Meulila, Rakerda rencananya  akan digelar selama tiga hari, mulai 13 – 15 Juli di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya dan dihadiri sekitar 200 peserta maskas cabang, markas daerah, dan paripurna.
“Nah, dalam Rakerda itu nanti akan ditetapkan salah satunya,tapi bisa saja akan muncul nama lain diluar empat nama tersebut,” ujarnya.
Sementara ditanya alasan mendukung Soekarwo dan Saifullah Yusuf kembali, Meulila mengatakan karena keduanya selama membangun pemerintahan Jatim dan kinerjanya cukup bagus.
Baik di bidang ekonomi, pemerintahan, politik dan sosial.
Sebagai bukti, kondisi Jatim selalu kondusif meski banyak terjadi aksi massa yang menuntut kebijakan pemerintah.
Ketua Pimpinan Wilayah PPM Jatim Endang Sulastuty menambahkan, dalam membahas nama dan figur yang diusung dalam Pilgub 2013, pihaknya berharap figur tersebut adalah sosok yang benar-benar dapat memperhatikan dan mengayomi massa anggota PPM dan anak serta keluarga besar veteran di Jatim yang jumlahnya mencapai lebih dari 200  ribu orang.
Endang menambahkan, Rakerda lembaga yang dipimpinnya akan dihadiri banyak tokoh Jatim.
Mulai Gubernur Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Murdjito, Kapolda Irjen Pol Hadiatmoko, dan Kajati Jatim, dan sejumlah pejabat partai politik dan ormas di Jatim.@ian

Editor: Rizal Hasan Rubrik : Headline Jatimraya , headline lensademokrasi , jatimraya , lensaDEMOKRASI , politik , SURABAYA , Terkini

Thursday, July 12, 2012

Pangdam, Masalah Perbatasan : Kewenangan Luas kepada BNPP dan BPKP2DT

BALIKPAPAN, KOMPAS.com- Untuk mengelola perbatasan, Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti menyebut perlu pemberian kewenangan luas dan otoritas yang memiliki legalitas kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT).
Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan di Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan bertema Strategi Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan yang Implementatif Guna Memelihara Wawasan Kebangsaan di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kamis (12/7/2012).
Perlu langkah-langkah konseptual yang strategis dan konstruktif melalui analisis dari hasil evaluasi, baik tataran kebijakan maupun operasional.
"Misalnya, kita beri rekomendasi pemberian kewenangan yang luas dan otoritas yang memiliki legalitas kepada BHPP dan BPKP2DT yang disertai dukungan penuh seluruh kementrian, stake holder, unsur nonpemerintah, swasta, dan masyarakat," ujar Subekti.
Untuk mengelola perbatasan, lanjut dia, jelas diperlukan badan yang memiliki kewenangan penuh dan legal. Badan itu juga harus didukung anggaran APBN, memiliki roadmap berupa renstra, pencapaian program dan tahapan te rukur dan dapat di pertanggung jawabkan ke masyarakat, ucapnya.
Pos M Hutabarat, Dirjen Potensi pertahanan Kementrian Pertahanan yang juga pembicara mengatakan, perbatasan adalah pintu beranda. Ancaman nonmiliter pun semakin kompleks dan lebih berat efeknya. Misalnya Andaman dalam hal cyber, biologi. Ini sulit dideteksi, ujar Hutabarat, dalam seminar yang diadakan Kodam VI Mulawarman ini.
Editor :
Marcus Suprihadi

Friday, June 29, 2012

Lembaga asing di Indonesia bantu separatis

Anggota Komisi II DPR, Abdul Haramain. (FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani)
 Jumat, 29 Juni 2012
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Panitia Khusus RUU Organisasi Massa (Ormas), Abdul Haramain, mengatakan, Badan Inteligen Negara (BIN) mengingatkan ada lembaga asing dan lembaga setempat yang berafiliasi kepada asing ikut membantu gerakan separatis di beberapa wilayah di Indonesia. 

"Dari hasil rapat kami, banyak lembaga asing yang misinya kemanusiaan, bencana, sosial, lingkungan, ataupun kesehatan. Tapi di lapangan, kegiatannya berbeda. Misalnya diam-diam ikut memfasilitasi gerakan separatis, cari data dari kita, lalu dijual ke negara asing," katanya. 

Misalnya di Aceh, Papua, Maluku. Rapat itu mendapati lembaga asing membantu gerakan separatis di Papua seperti lembaga asing Australia. 

"Sementara lembaga lokal yang berafiliasi ke asing juga jual data tentang Indonesia dan dapat duit," kata Malik, di Jakarta, Jumat. 

"BIN juga mengingatkan agar lebih hati-hati mengeluarkan izin kepada LSM asing dan lokal berafiliasi ke asing," kata Malik. Ia menambahkan, lembaga asing maupun lokal yang berafiliasi dengan asing, tidak pernah sama sekali melaporkan asal dana mereka. 

"Greenpeace Indonesia yang pernah menerima dana asingn FNS dan NDI. Tapi apakah pernah lapor dan secara resmi? Pemerintah tidak mendapat laporan secara resmi," kata Malik. 

Ia juga meminta kepada Kementerian Luar Negeri untuk memperketat pemberian izin lembaga asing di Indonesia. "Kemlu dan clearing house harus audit semua lembaga yang ada. Sebab saat ini Kemlu sudah berikan izin kepada 109 lembaga asing dari 140 yang mendaftar," kata Malik.

Selain itu, lembaga asing dan lembaga lokal yang berafiliasi dengan asing harus melaporkan semua kegiatannya. Bila lembaga itu berbeda antara izin dan kegiatannya, diberikan sanksi.

Monday, June 25, 2012

Dandim 0275 SRAGEN, mengharapkan PPM Sragen selalu eksis

Komandan Kodim 0725 Sragen
Sragen (Soloraya Online) – Komandan Kodim 0725 Letkol Inf. R. Wahyu Sugiyarto mengharapkan kepada Pemuda Panca Marga (PPM) yang baru dilantik untuk bisa dijuluki sebagai macannya PPM di Jawa Tengah.
Hal tersebut dikatakan oleh Dandim pada saat memberikan sambutannya dalam agenda pelantikan Pemuda Panca Marga (PPM) di aula Gedung RSPD Kabupaten Sragen Sabtu (16/6). Tak hanya Dandim yang ikut dalam acara pelantikan, Ketua Markas Daerah PPM Jateng, Edi S Wirabumi beserta jajaran eksekutif pemerintahan kabupaten Sragen hadir untuk mengikuti acara pelantikan.
“Dengan adanya pelantikan PPM untuk masa periode 2012 – 2016 ini, para anggota PPM untuk bisa merencanakan program – program kedepannya sehingga keberadaan PPM dapat eksis berkembang bersama komponen masyarakat lain. “Jelas Dandim . (Rudy Hartono)

Empat Keanehan di Hutan Jaken Blora dalam 9 Tahun

Bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura mengalami hal aneh dan ajaib. Bus tiba-tiba tersesat ke hutan jati di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2012). Bus bersama truk Beton Jaya Mix tersesat tiba-tiba berada di hutan, yang penuh pohon.
TRIUNNEWS.COM, JAKARTA- Kejadian aneh bin ajaib menimpa bus Pahala Kencana, pekan lalu. Bus berpenumpang 33 orang itu melaju dari Jakarta tujuan Madura, Jawa Timur Seperti masuk sebuah mesin waktu, Rabu (21/6/2012) larut malam.
Kendaraan besar tersebut tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita tepatnya di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bukan hanya bus, satu kendaraan besar lainnya, truk beton Jaya Mix.
Awalnya bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura tepatnya di jalur Juwana-Rembang, Kamis(22/6/2012) dini hari. Karena situasi macet, sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken, atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, ternyata justru mengarah ke Kabupaten Blora.
Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa, mendadak mereka masuk ke hutan Gadogan di desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai perbukitan hutan jati.
Keanehan mulau terasa awak bus, saat mau mendahului truk beton yang berada di depannya. Kernet mencoba menahan sopir, agar truk naik dulu ke jalan menanjak, dan setelah truk naik, bus mencoba naik, namun ban belakang selip dan mundur, kemudian terdengar suara benturan.
Kernet pun turun dan mencoba mengecek. Setelah dicek, mesin seketika mati, saat sopir mengecek badan bus, seketika ia kaget, karena dia melihat pohon jati. Lalu ia memutari mobil berada di tengah-tengah hutan, dia mulai tersadar jam 02.30 WIB dini hari, lalu kernet mencoba membangunkan penumpang yang berjumlah 33 orang.
Berikut beberapa keanehan lainnya yang terjadi di kawasan hutan Jaken, Blora dalam 9 tahun terakhir:
       21 Juni 2012
* Bus Pahala Kencana berpenumpang 33 orang dan tiga kru berangkat dari Jakarta menuju Madura, Rabu (20/6).
* Ketika tiba di wilayah Jaken, Kabupaten Pati, paling selatan, sopir cari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di Juwana-Rembang. Setelah tanya seseorang, bus meluncur hingga tiba- tiba berada di sela-sela pohon jati, belantara Hutan Bonggan, Rembang, Kamis (21/6) dinihari.
* Tak hanya bus, dua truk tronton juga tersesat di lokasi yang sama, tanpa jejak ban masuk ke areal hutan.
       2009
* Briptu Soewignyo, anggota Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora yang pulang naik motor menuju Kunduran, Blora lampunya motor tiba-tiba copot saat melintas di kawasan Hutan Bonggan.
* Sambil memegangi lampu motor, Soewignyo tak sadar kalau tersesat di tengah makam. Selama semalam ia tak sampai rumah. Ia baru sadar paginya, ketika ditegur orang yang mengenal karena masih di tengah kawasan makam.
       2008
* Warga Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Blora mengendarai motor malam hari dekat kawasan Hutan Bonggan.
* Warga Kedungbacin gempar karena sang pengendara hingga dua hari dua lama tak pulang. Setelah dicari ramai-ramai, si pengendara ditemukan di lokasi tak jauh dari tersesatnya bus dan dua truk tronton di Hutan Bonggan.
       2003
*Grup seni ketoprak yang akan pentas di rumah warga Desa Kedungbacin, Todanan, Blora tak datang sesuai janji.
*Penduduk desa heboh, manakala menemukan para seniman tersesat di kawasan Hutan Bonggan. Mereka kebingungan berada di hutan, karena merasa telah pentas semalaman di rumah warga. (Tribunnews.com/Albert GJ Joko)
Baca Berita Terkait:
Bus Masuk Mesin Waktu di Blora, Pindah Sekejap ke Hutan
Fenomena Mesin Waktu Kerap Terjadi, Pahala Kencana Terheboh
Parapsikologi: Tak Ada Unsur Mistis, Sopir Hanya Kelelahan
Warga: Aneh, Tak Ada Jejak Ban dan Body Bus Mulus
Sopir Bus dan Truk Tak Tahu Medan, Jadi Nyasar ke Hutan
Bus dan Tronton Melaju di Jalan, Tiba-tiba ada di Hutan Jati

Sunday, June 24, 2012

Alex Yakin Menang di Pilkada DKI Karena Sriwijaya Sudah Ungguli Persija

 Ramdhan Muhaimin - detikNews
 Minggu, 24/06/2012 17:01 WIB 

Jakarta Alex Noerdin yakin dapat mengalahkan Foke di pilkada DKI Jakarta. Optimismenya karena klub kebanggaan masyarakat Sumsel, Sriwijaya FC, sudah mengungguli Persija Jakarta, klub kebanggaan warga ibukota. Loh, apa hubungannya?

Hal ini mengemuka di awal pidato visi misi cagub Alex Noerdin di hadapan sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Minggu (24/6/2012).

Selama kurang lebih 40 menit, Alex selalu menyindir cagub DKI incumbent Fauzi Bowo dalam pidatonya.

Contohnya, dia mengilustrasikan persaingannya dengan incumbent ibarat laga Sriwijaya vs Persija Jakarta. Dia mengatakan, saat ini klub Sriwijaya FC masih tersisa 4 laga lagi dalam kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Namun Sriwijaya telah memastikan kemenangan, karena klub tersebut terpaut 26 poin lebih tinggi dibanding Persija Jakarta.

"Kami dapat giliran nomor 6. Dari pagi sudah menunggu giliran. Bapak ibu mungkin sudah capek. Karena itu, saya ingin mengajak nanti sore di Gelora Bung Karno (GBK) akan digelar Persija lawan Sriwijaya. Meski 4 laga lagi, tapi Sriwijaya sudah mengunci juara. Mohon maaf kepada bang Foke, Sriwijaya selisih poin 26 poin lebih besar dari Persija," ujar Alex.

Sontak saja hal itu membuat seisi ruangan paripurna tertawa sehingga menimbulkan keriuhan.
Alex juga mengatakan Jakarta selain wilayah daratan, juga terdiri dari wilayah lautan atau perairan. Dalam misinya, Alex berencana mengembalikan Jakarta sebagai kota bandar berkelas internasional.

"Jakarta punya segudang persoalan, mulai dari kemacetan, kemiskinan, pengangguran, polusi, keamanan, air bersih, ketimpangan wilayah, dan lain sebagainya. Intinya dari persoalan ini adalah ketidakberdayaan pemerintah Jakata untuk mengelola Ibukota. Dibutuhkan pemimpin yang harmonis dengan pemerintah pusat dan pemda-pemda penyangga. Bahkan juga harus harmonis dengan wakilnya. Karena itu gubernur dan wagub harus kompak dan solid," sindir Alex.

Lagi-lagi hal itu memicu keriuhan dalam ruang sidang. Menanggapi berbagai sindiran tersebut, terlihat Fauzi Bowo membalas dengan tersenyum. Sementara Prijanto yang duduk sendiri di depan, juga tampak tersenyum.

Para pendukung Foke-Nara di balkon meramaikan suasana dengan memberikan yel-yel dukungan untuk mengimbangi keriuhan.

Karena itu menurutnya, pemimpin di Jakarta haruslah pemimpin yang kuat untuk bisa menghadapi berbagai persoalan ibukota serta mengatasinya.

"Kata kuncinya, Jakarta memerlukan strong leadership," tutup Alex.

Pidato Alex menjadi pidato yang terakhir dari 6 cagub DKI yang bertarung di pilkada dki. Acara pemaparan visi misi pasangan cagub cawagub di DPRD DKI berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.

Sidang paripurna itu juga dihadiri KPU DKI dan Panwaslu serta sejumlah undangan dari DPD RI, DPR RI dan partai politik.




(rmd/fjp)

Saturday, June 23, 2012

Tiga TKI Ditembak Mati Polisi Malaysia, LSM Desak Pemerintah Mengus

Antara/Ahmad Subaidi
REPUBLIKA.CO.ID,  JEMBER -- Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) buruh migran mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus penembakan tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) oleh Polisi Diraja Malaysia.

"Kami mendesak pemerintah melakukan klarifikasi terhadap penembakan tiga TKI yang diduga melakukan tindakan kriminal itu dan tidak begitu saja percaya atas keterangan yang disampaikan polisi Malaysia," kata Koordinator LSM Peduli Buruh Migran, Lily Pujiati, saat dihubungi ANTARA per telepon, Sabtu.

Polisi Malaysia menembak tiga TKI, yakni Hasbullah (25), Sumardiono (35), keduanya warga Kabupaten Lumajang dan Marsudi (28) warga Bangkalan, Madura, yang diduga melakukan perampokan di Perumahan Templer, Saujana, yang berada di Kilometer 32 Jalan Selayang-Rawang, Selangor, Selasa (19/6).

Tiga jenazah korban penembakan polisi Malaysia dipulangkan ke tanah air atas upaya dari LSM Peduli Buruh Migran yang berkantor di Jakarta bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Luar Negeri.

Menurut Lily, pemerintah harus kritis terhadap mekanisme penembakan pelaku kriminal WNI di Malaysia dan melakukan komunikasi terhadap aparat penegak hukum sehingga penembakan polisi yang sewenang-wenang tidak terjadi lagi.

"Kami masih belum tahu apakah tiga TKI itu benar-benar melakukan tindakan kriminal atau hanya alasan yang dibuat oleh polisi Malaysia karena TKI yang ditembak itu memiliki dokumen resmi," paparnya.

Ia mendesak pemerintah mempertajam penanganan kasus penembakan dan kekerasan yang dialami TKI di beberapa negara tujuan karena kasus penembakan TKI di Malaysia terjadi beberapa kali.

"Saya berharap pemerintah lebih peduli terhadap nasib pahlawan devisa negara itu dan mengutamakan perlindungan TKI," ujarnya menambahkan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jatim, M. Kholili, yang mendesak pemerintah untuk menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia selama-lamanya karena banyaknya kasus kekerasan yang dialami buruh migran di sana.

"Lebih baik calon TKI itu diarahkan ke negara tujuan lain yang memiliki komitmen untuk melindungi buruh migran yang bekerja di sana, seperti Hong Kong dan Singapura," tuturnya.

Menurut dia, tindakan sewenang-wenang polisi Malaysia tidak hanya menimpa tiga TKI asal Lumajang dan Bangkalan. Namun, TKI asal NTB yang diduga menjadi korban perdagangan organ tubuh juga tewas ditembak polisi Diraja Malaysia.

"Banyak TKI yang mengalami tindakan kekerasan dari aparat kepolisian dan majikan di Malaysia. Namun, penanganan dari pemerintah Indonesia sangat lamban dan sebagian kasus justru tidak terungkap," ucap aktivis buruh migran asal Jember itu.

Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: antara

Thursday, June 21, 2012

Tanah Indonesia dari Morotai Disimpan di Amerika Serikat

Gagah Wijoseno - detikNews
 Jakarta Sebongkah tanah Morotai, Maluku Utara, Indonesia disimpan di Amerika Serikat. Secara resmi Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo menyerahkannya kepada Mayjen Emmett R. Titshaw Jr.

Seperti disampaikan dalam siaran pers KJRI Houston, Kamis (21/6/2012), penyerahan tanah itu dilakukan dalam upacara khusus di markas Florida National Guard (FNG), St. Agustine, Florida.

Acara itu juga dihadiri oleh Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur, dan sejumlah pejabat lainnya dari kedua negara.

Gubernur Thaib Armaiyn dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa penyerahan tanah Morotai itu mempunyai makna penting dalam sejarah dan hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) khususnya Morotai dan Florida.

Tanah Indonesia itu sengaja dibawa ke AS, karena FNG mengumpulkan tanah dari semua wilayah medan pertempuran dimana unit-unit FNG pernah bertugas. FNG merupakan bagian armada sekutu. FNG mengirimkan resimen ke-124 yang bergabung didalam devisi ke-31 DIXIE Division (DD) ke Morotai 14 September 1944.

Selain tanah Indonesia, FNG juga mengumpulkan tanah dari Afghanistan, Irak, Vietnam, dan beberapa negara Pasifik Selatan. Tanah Indonesia itu ditebar di sekitar markas FNG, St. Agustine.

Sementara itu Sesmenko Indroyono Soesilo mengatakan, selain menyerahkan tanah Indonesia, maksud kedatangan delegasi Indonesia ke St. Agustine Florida adalah memperkenalkan Sail Morotai 2012 kepada FNG yang acara puncaknya diselenggarakan 15 September 2012.

Indroyono juga mengundang veteran dan keluarga mereka serta unit-unit FNG yang pernah bertugas di Morotai untuk hadir pada Sail Morotai 2012 bersama-sama dengan para veteran dari Australia, Selandia Baru, Belanda, dan Jepang.

Sail Morotai 2012 yang akan diikuti sekitar 120 kapal dari berbagai negara di dunia, merupakan kelanjutan dari Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, dan Sail Wakatobi-Belitong 2011.

(ndr/vit)
Baca Juga

Wednesday, June 20, 2012

KPK Usut Korupsi Pengadaan Alquran di Kementerian Agama

Sandro Gatra | Tri Wahono | Rabu, 20 Juni 2012 

Ketua KPK Abraham Samad Foto : KOMPAS/ALIF ICHWAN
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki perkara dugaan tindak pidana korupsi baru. Kali ini, kasus di Kementrian Agama berupa dugaan korupsi pengadaan kitab suci Alquran.
Penyelidikan kasus itu diungkap oleh Ketua KPK Abraham Samad. Pengadaan Alquran itu, kata Abraham, terjadi di Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama. Saat itu, lanjut dia, direktorat itu dipimpin Nazaruddin Umar yang kini menjabat Wakil Menteri Agama.
"Kayaknya enggak lama lagi naik ke penyidikan," kata Abraham di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
Abraham menambahkan, pihaknya sudah satu kali melakukan ekspos perkara itu. Namun, Abraham mengaku lupa detail perkara itu seperti nilai kerugian negara, siapa yang melaporkan, dan lainnya.
"Saya lupa. Nanti saya cek lagi," pungkas Abraham

Tuesday, June 19, 2012

KNPI Malaysia Minta Pemerintah Daftarkan Semua Budaya Indonesia ke UNESCO

Ahmad Toriq - detikNews
 Jakarta Perdebatan terkait tari Tor-tor bukanlah masalah budaya pertama yang dialami Indonesia. Sebelumnya Indonesia kerap terlibat perebutan budaya dengan negara tetangga. Hal ini terus terulang karena pemerintah dinilai kurang perhatian terhadap pendataan budaya lokal yang ada di Indonesia.

"Seharusnya pemerintah Indonesia mendata semua budaya-budaya lokal yang ada ditengah masyarakat, dan mendaftarkannya sebagai warisan budaya nasional serta didaftarkan juga dibawah UNESCO," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (BP KNPI) Malaysia, Sagir Alva, dalam rilisnya yang diterima detikcom, Rabu (20/6/2012).

Menurut Sagir, jika Indonesia sudah mendaftarkan kebudayaannya ke UNESCO, maka negara lain yang ingin menampilkan budaya Indonesia di publik harus meminta izin ke pemerintah. Sehingga, masyarakat Indonesia tak perlu repot-repot berpolemik dan melarang penggunaan budaya lokalnya oleh negara lain.

"Masyarakat Indonesia juga tidak akan melarang penggunaan budaya lokalnya oleh negara lain, karena secara tidak langsung kebudayaan lokal Indonesia turut mendapat tempat dan mendapat pengakuan oleh negara lain," ujarnya.

Sagir mengatakan ada kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia. Namun seharusnya itu tidak dijadikan alasan untuk membiarkan Malaysia mengakui budaya lokal Indonesia sebagai budaya mereka. Justru, Sagir menambahkan, Indonesia harus memperjelas identitas budaya lokal.

"Identitas kebudayaan yang terbentuk di Malaysia sebenarnya adalah sebagai identitas masyarakat pendatang, bukan dari identitas masyarakat lokalnya," imbuhnya.

(trq/ray)
Baca Juga

Monday, June 18, 2012

Kisah Senja Sang Pejuang Ayahda SANARI dari Tegal Jawa Tengah




Jakarta 18 Juni 2012  Berita PPM . Seperti rutin biasa saya membuka facebook Berita PPM, saya periksa satu persatu kiriman-kiriman ataupun komentar yang ada, sejenak saya berkerut akan sebuah judul yang dikirim dari rekan Devi Iskandar, lalu saya klik judul yang bertautan dengan ulasan MyTrans yang judulnya KISAH SENJA SANG PEJUANG saya penasaran lalu saya arahkan mouse ke judul tautan tersebut hati saya mulai tersentung seiringan dengan kumandang azan maghrib, saya tinggalkan tayangan yang baru beberepa menit saya tonton, tanpa sadar saya hanyut dalam cerita dalam kedaan ibadah maghrib saya dan saya berdoa semoga Ayahanda Sanari diberikan kekuatan. Selesai Sholat saya putar ulang lagi.... tak terasa butiran airmata meleleh selesai tayangan saya cari tentang SANARI melalui google saya dapatkan pada halaman pertama tertuju pada salah satu bloger inspirasiperjuanganmu.blogspot.com yang ditulis oleh sang bloger Moh. Ega Elman Miska, jelaslah semua identintas Ayahanda Sanari alamat maupun cerita kehidupannya. Rasanya andaikan terjangkau malam ini juga saya akan bahagiakan sesuai kemampuan saya akan saya cium tangannya akan saya tangisi dia dalam kesedihan sebagai anggota Pemuda Panca Marga.
Dengan hormat kepada Mas Moh Ega Elman Miska saya perbanyak / copy paste tulisan anda di blog komunitas Pemuda Panca Marga ini tanpa pemberitahuan, semoga Mas Ega memaklumi. Adapun tulisan yang saya duplikat seperti di bawah ini :

SENYUM MBAH SUNARI 
Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Usia senja Sanari banyak menggoreskan sejarah perlawanan terhadap penjajah di Indonesia di masa silam. Kini Sanari mulai melawan perjuangan untuk bertahan hidup karena himpitan ekonomi. Sanari tidak putus asa dengan kondisi yang ada, walaupun dulu perjuangan nya melawan penjajah ia tidak lari dengan kondisi saat ini. Sanari gigih berjuang melawan kemiskinan yang mendera pada keluarganya.  Di Dukuh Dermalaya RT 04/01 Desa Serang, Kec. Bojong, Kab. Tegal, Jawa Tengah Sanari tinggal dengan anaknya. Wati adalah anak yang setia mendampingi ayahandanya. Wati telah bersama ayahandanya untuk terus tetap berada disampingnya, Sanari tak pernah marah pada anaknya “Ngapain marah pada anak, karena tugas orangtua adalah membuat anaknya bahagia”. Ujar Sanari. Sanari kini menikmati senjanya dengan kesederhanaan. Sederhana memang membuat kita rendah, di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia. Ia kehinaan semu, tak ada ruginya. Sederhana dalam makan, meringankan badan. Sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan. Sederhana dalam papan, meringankan perjuangan. Bagi Sanari itulah makna kesederhanaan.  
          Di masa tuanya, Sanari bersyukur bisa menghirup udara kebebasan tanpa penjajahan. Namun tubuh rentanya masih terus berjuang karena hidupnya jauh dari kata sejahtera. Sapu lidi aren menjadi benda berharga bagi Sanari untuk ia tukar dengan rupiah. Setiap hari Sanari dan Wati anaknya berjualan sapu lidi. Wati membantu ayahnya dengan memotong pelepah daun pohon aren. Pohon aren sebagai bahan baku sapu lidi dibeli dari tetangganya seharga Rp.1000,-. Sanari tak pernah hutang pada tetangganya “Ngga boleh hutang, enak didunia namun tidak enal di Akhirat kelak”. Sanari tak berani hutang kepada tetangga. Setiap hari Wati membantu menjemur sapu lidi aren tersebut, karena Sanari tahu bagaimana mendapatkan kualitas kayu lidi yang baik. Tak jarang saat sanari berjualan ia harus berjalan. Di usianya yang sudah rentan banyak orang yang merasa iba melihat Sanari harus berjalan menjajakan sapu lidinya. Beruntung banyak orang yang membantu Sanari mengantarkan kepasar untuk menjual sapu lidinya ke pasar tanpa pamrih. Sanari terkadang harus jalan menyelusuri jalan menuju pasar, saat lelah ia lebih memilih untuk naik pick-up untuk sampai dipasar wilayah tersebut dengan membayar 1.000,-. Pasar diwilayah itu menjadi saksi bisu perjuangan Sanari mendapatkan rupiah. Wati sering khawatir melihat ayahandanya harus sejauh itu untuk menjajakan sapu lidinya. “Sayah khawatir melihat ayah, karena takut barangkali dijalan, disenggol kendaraan roda empat maupun dua”. Wati merasa sedih karena ia hanya bisa membantu ayahnya semampunya saja. “ Tak jarang kami berdua hanya makan air saja”. Lelah menjajakan jualannya perut Sanari keroncongan, tapi ia harus mampu menahannya karena hasil jualannya belum laku. Orang sekitar sering menawarkan pada Sanari untuk makan. Sanari tak merasa enak jika ia harus menerima tawaran itu, dalam benak Sanari ia tak boleh mengeluh atau mengemis dengan kondisi yang dihadapinya.
 Perjuangan hidup merupakan sesuatu yang harus dihadapi, Sanari salah satu Pejuang kemerdekaan melawan penjajah yang kini harus hidup dibawah garis kemiskinan. Impian yang sering muncul kala usia senja adalah naik haji. Tapi bagi Sanari mimpi itu sangatlah tidak mungkin, hasil jualan sapu lidi kini ia harus tabung untuk bisa berbagi mendapatkan sesuap nasi. Mimpi yang ia rangkai kini  Sanari berharap masih punya cukup waktu menabung, demi membeli kain kafan untuk bekal saat ia meninggal nanti.

Oleh : M. Eko Basuki PP PPM 
Masih berapakah Sanari-Sanari lain apakah kita sebagai anggota PPM dapat menyikapi atas peristiwa seperti yang dialami Beliau yang mulia Ayahda Sanari. Mari Rapatkan Barisan tanpa kita harus mengemis kepada yang telah menikmati kemerdekaan NKRI 

Sunday, June 17, 2012

Warga Kerja Bhakti, Anggota DPR Johny Marbun Mengamuk

Ruko yang sedang dibangun, milik anggota DPR RI, Johny Marbun, di wilayah kelurahan Bantarjati, Bogor Utara. Lurah mengaku tak tahu menahu, dan tak menerima permohonan izin pendirian bangunan ini. (Yopy)
BOGOR ( Pos Kota ) 18 Juni 2012 – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun,  mengamuk di hadapan puluhan warga yang tengah melakukan kerja bakti di Jalan Ciremei, di Kampung Bantarjati Atas, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (16/6).
Jhony menuduh warga yang tengah melakukan kerja bakti menerobos proyek pembangunan ruko miliknya yang berada di lokasi tersebut. Bahkan Johny kemudian meminta polisi membawa warga yang melawan arogansinya ke Mapolsek Bogor Utara.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ngamuknya anggota DPR RI tersebut terjadi saat warga RT 01 dan 02 RW 02 melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk di sepanjang Jalan Cermai sekitar pukul 08:00 WIB.
Saat warga tengah menyapu dan membersihkan tempat pembuangan sampah umum, tiba-tiba Jhony datang dengan empat orang berbadan kekar menggunakan mobil perplat TNI.  Tanpa basa-basi, Jhonny turun dari mobil sebari memaki-maki warga yang tengah bekerja bakti.
Spontan, warga yang saat itu tengah bersih-bersih tersulut emosinya dan nyaris terlibat baku hantam dengan rombongan anggota DPR tersebut.
Saat itulah, Ucok (60), warga sekitar mencoba menjelaskan bahwa warga hanya melakukan kerja bakti dan tidak mencoba mengusik proyek Jhonny.
“Dia (Jhonny, red) langsung turun dan teriak-teriak ‘Siapa yang suruh bersih-bersih di sini? Ini wilayah saya. Biar saya yang bersihkan sendiri’. Warga yang lagi kerja bakti pun langsung emosi, saya disuruh warga untuk menjelaskan, eh dia malah nelpon polisi dan bilang saya provokator,” kata Ucok, warga yang diamankan polisi.

Tak lama berselang, beberapa anggota polisi dari Sektor Bogor Utara datang ke lokasi kejadian dan membawa Ucok ke kantor Kelurahan Bantarjati untuk dimintai kejelasan. Namun karena tidak ada orang di kelurahan, Ucok akhirnya digiring ke Polsek Bogor Utara. “Cuma saya aja yang dibawa ke kelurahan dan kantor polisi awalnya. Sedangkan Jhonny langsung pergi setelah polisi datang,”papar Ucok.
SALAH PAHAM
Sesampainya Ucok di kantor polisi, tak lama berselang Lurah Bantarjati Deni Apriantara dan sejumlah warga yang ikut kerja bakti menyusul ke kantor Polisi.
Didampingi Kapolsek Bogor Utara Komisaris Polisi (Kompol) Yos Taojiri dan Kanit Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ebeneser S, warga melakukan mediasi dengan satu orang perwakilan dari pihak Jhony.
Setelah berdebat panjang disepakati bahwa hal tersebut hanyalah kesalahpahaman dan tidak ada yang dirugikan. “Sudah kita mediasi disini bersama Bhabinkamtibmas, Lurah dan pihak dari pohak Jhonny. Dan setelah mendengarkan berbagai penjelasan ternyata ini hanyalah ksalahpahaman. Jadi saat ini masalah sudah beres dan tidak ada yang ditangkap dari masalah ini,” kata Kapolsek.
RUKO TAK BERIZIN?
Sementara itu, Lurah Bantarjati Deni Apriantara menjelaskan, kerja bakti yang dilakukan warga memang dilakukan atas instruksinya. Dan mengenai proyek ruko yang tengah dibangun Jhony tersebut, Deni mengaku tidak pernah menerima perizinan bangunan yang sudah jadi sekitar 20 persen tersebut.
“Memang kerja bakti itu sudah saya agendakan sejak kasus DBD meningkat di kelurahan Bantarjati. Saya menyuruh warga melakukan kerja bakti memberantas sarang nyamuk agar angka warga yang terkena DBD dapat ditekan. Dan proyek bangunan tersebut telah saya instuksikan untuk dihentikan sejak dua bulan lau. Karena saya tidak pernah menerima laporan didirikannya bangunan di daerah tersebut dari RT atau RW setempat.” beber Deni.
Sementara itu, Jhony yang langsung pergi usai melaporkan Ucok hingga kini tidak dapat dihubungi. Dan perwakilan Jhony yang ditunjuk untuk melakukan mediasi tidak bisa menjelaskan mengenai duduk perkara asal mula keributan serta perizinan bangunan.
“Saya hanya ditugaskan untuk mediasi. Dan sekarang masalah sudah beres karen seperti kita ketahui bersama ini hanyalah kesalahpahaman. Saya nggak tahu soal bangunan itu,” aku Firman alias Robert, orang yang ditugaskan Jhony untuk melakukan mediasi. (yopi/dms)

Ketahanan Bangsa : Waspadai Kehadiran Militer Asing

Simon Saragih | Nasru Alam Aziz | Minggu, 17 Juni 2012 | 16:55 WIB
 MOSKWA, KOMPAS.com -- Asia dan Asia Tenggara kini makin dicekoki kepentingan geopolitik internasional yang diemban berbagai negara kuat di dunia. Seiring dengan itu semakin berkembang pula kehadiran militer asing di Asia dan juga di sekitar Asia Tenggara. Hal ini juga merupakan hal yang diwaspadai.

Wartawam Kompas Simon Saragih melaporkan, pertemuan di Kedutaan Besar RI di Moskwa itu juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PB HMI) Noer Fajrieansyah, Wakil Sekjen Bidang Hubungan Internasional PB HMI Muhammad Chairul
 "Dengan kehadiran militer asing di kawasan, bukan tidak mungkin akan terjadi faktor yang akan mengganggu keutuhan bangsa," kata Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Addin Jauharudin di Kedutaan Besar RI, di Moskwa, Rusia, Minggu (17/6/2012).

Basyar, Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Dhika Yudistira, dan Ketua Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) Putut Prabantoro. Putut juga merupakan ketua rombongan dalam rangka studi perbandingan pluralisme dan kesatuan bangsa di Rusia.
Untuk menghindari hal itu, kata Addin, maka pegangan yang harus dimiliki Indonesia adalah menjaga keutuhan bangsa dengan memperkuat kesatuan dan persatuan dari dalam. "Inilah salah satu yang bisa kita lakukan dalam menghadapi potensi disintegrasi ke depan terkait kehadiran militer asing," kata Addin.
Ia mengatakan demikian, karena kehadiran militer asing juga bisa berpotensi mendikte negara-negara di kawasan dan lebih jauh bahkan bisa mengganggu dan mengancam keutuhan bangsa. "Ini adalah salah satu hal yang harus kita perhatikan di masa depan," katanya.
Sehubungan dengan itu Profesor Sudaryanto, kelahiran RI yang menjadi warga Rusia dan kini pengajar di Institut Koperasi Rusia, mengingatkan bahwa Indonesia memang harus menjaga kesatuan. "Kita harus menghindari pola devide et impera seperti terjadi di era kolonial," katanya dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah warga Rusia pemerhati Indonesia.
Seorang mahasiswi Rusia yang berlajar Bahasa Indonesia juga menekankan bahwa Rusia menginginkan Indonesia yang utuh dan tetap bersatu. "Kami cinta Indonesia karena merupakan negara yang menghargai kedaulatan dan peradaban bangsa-bangsa," kata Galina Beltyukova, mahasiswi Rusia itu.