### Hal seiring Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan Letnan Jenderal TNI (purn) Rais Abin dan Mayor Jenderal TNI (purn) Sukotjo Tjokroatmodjo yang mengajukan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 33 ayat 6 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. ######SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI BUNG ABRAHAM LUNGGANA ,SH,MH UNTUK MASA JABATAN 2016-2020 HASIL MUNAS IX PEMUDA PANCA MARGA TANGGAL 7-9 AGUSTUS 2016 ####

Saturday, June 18, 2011

Surya Paloh: Ideologi Negara Lumpuh


Penulis : Aris Munandar

PONTIANAK--MICOM: Kekuatan ideologi negara Indonesia lumpuh. Pancasila seakan tidak mampu lagi berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, sehingga mengakibatkan semangat cinta tanah air memudar. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh dalam pidato kebangsaan di Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu (18/6).

“Semangat patriotisme saat ini melemah karena kekuatan ideologi (Pancasila) sudah tidak mampu lagi memungsikan peranannya,” kata Surya Paloh.

Surya mengatakan kondisi ini terjadi karena nilai-nilai luhur Pancasila tidak diberi ruang dalam kehidupan berbangsa dan pranata sosial. Padahal, Pancasila merupakan ilham dan mahakarya serta konsep peradaban bangsa.

"Sebuah konsep peradaban kemanusiaan, yang mempersatukan pendekatan tradisional dengan modern dan peradaban timur dengan barat,” jelas pemimpin Media Group ini.

Ia menegaskan ajaran Pancasila tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Sebab, nilai-nilai luhurnya mampu menyelaraskan setiap sendi kehidupan dan interaksi sosial.

Oleh karena itu, kemajuan teknologi dan peradaban modern sepatutnya tidak membuat bangsa ini semakin menjauh dari Pancasila. "Dia (Pancasila) hanya akan menjadi sebuah benda pasif dan berhenti di tempat karena kita tidak memberikan roh pada ideologi itu," tegas.

Mantan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar ini mencemaskan dinamika politik nasional saat ini, yang mengadopsi sistem demokrasi liberal. Sistem tersebut dapat mengancam sendi kehidupan karena kerap membuat bangsa ini terjebak dalam kepentingan sempit dan sesaat.

"Bangsa Indonesia yang dikenal santun dan ramah berubah menjadi masyarakat yang mudah marah, egois, dan individual," ujarnya.

Namun, Surya mengajak masyarakat untuk tetap optimistis sebab harapan perbaikan terhadap kondisi bangsa ini masih ada. Sepanjang para pemimpinnya masih memiliki komitmen moralitas, keberanian dan keteladanan serta pengorbanan.

"Bukan hanya mengambil hak-hak protokoler. Semangat sikap paternalistik dan feodalistik itu seharusnya semakin hari semakin dihilangkan,” katanya. (AR/OL-11)

No comments:

Post a Comment