### Hal seiring Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan Letnan Jenderal TNI (purn) Rais Abin dan Mayor Jenderal TNI (purn) Sukotjo Tjokroatmodjo yang mengajukan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 33 ayat 6 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. ######SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI BUNG ABRAHAM LUNGGANA ,SH,MH UNTUK MASA JABATAN 2016-2020 HASIL MUNAS IX PEMUDA PANCA MARGA TANGGAL 7-9 AGUSTUS 2016 ####

Saturday, August 13, 2011

Densus 99 Antiteror Bersenjatakan Rotan



Gus Nuruzzaman: Jangan Meremehkan

Densus 99 Antiteror Bersenjatakan Rotan




CIREBON | SURYA - Berbeda dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri yang dilengkapi senjata tempur lengkap, Densus 99 bentukan Barisan Serba Guna (Banser) Gerakan Pemuda Ansor ternyata hanya dilengkapi senjata sebatang rotan.



Komandan Densus 99 HM Nuruzzaman mengatakan, senjata rotan itupun baru diberikan jika kondisinya benar-benar membutuhkan. Kalau tidak mendesak, para anggota Densus 99 itu bahkan tidak dibekali senjata apapun.



Kendati demikian, Gus Nuruzzaman yang juga Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Cirebon menegaskan, para Densus 99 memiliki kemampuan bela diri dan kebal ledakan. “Jangan menganggap remeh rotan tersebut, karena punya kekuatan dahsyat,” kata Gus Nuruzza­man kepada Tribun Jateng (grup Surya), Senin (18/7).



Densus 99 yang dibentuk, 24 April 2011, unjuk kebolehan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-85 di Lapangan Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (17/7).



Empat personel Densus 99 pamer kesaktian. Tubuh mereka dililit rentengan ratusan petasan, lalu duar… duarr… duarr, petasan di tubuh keempat pria itu pun meledak. Namun personel Densus itu tidak terluka sedikit pun! Bajunya juga tak terbakar.



Densus 99 memang tidak ada hubungan sama sekali dengan Densus 88 Antiteror milik Mabes Polri. Namun pasukan khusus milik Banser ini memiliki tanggung jawab yang hampir sama, yakni mencegah terorisme.



Sebagai cikal bakal Densus 99, GP Ansor Cirebon sudah menyeleksi 204 anggota Densus 99 dari 26.000 Banser seluruh Kabupaten Cirebon. “Rencananya, sesuai perintah Ketua Umum, setiap cabang GP Ansor memiliki Densus 99,” ungkap Nuruzza­man.



Kata Nuruzzaman, tiap anggota Densus 99 akan mendapatkan ijazah atau lisensi untuk bisa menguasai ilmu kekebalan. Ilmu kebal itu bisa didapat dengan melaksanakan puasa 40 hari, dan menghindari pantangan tertentu. Untuk mendapatkan ilmu kekebalan, anggota Densus 99 Cirebon berguru kepada sejumlah kiai dan habib sepuh di Cirebon.



Salah satu kiai yang memberikan amalan ilmu kekebalan adalah Gus Nuril Arifin, Komandan Pasukan Berani Mati di era Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden. Kiai lain di Cirebon yang dijadikan guru yaitu Habib Tohir bin Yahya dari Pegagan.



Kemampuan spionase juga dipunyai anggota Densus 99. Kemampuan ini mereka dapatkan melalui kerja sama dengan Polri/TNI. Nuruzzaman mengaku, jauh sebelum adanya Densus 99, GP Ansor Kabupaten Cirebon sudah melakukan aksi spionase terhadap organisasi atau lembaga pendidikan yang berpotensi kuat menularkan aksi radikalisme.



Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU), As’ad Said Ali yakin kehadiran Densus 99 akan diterima masyarakat. Menurut As’ad, dasar dibentuknya Densus 99 bukan karena kinerja Densus 88 melemah. Namun lebih kepada meningkatkan aspek spritual dan keagamaan.



“Konsepnya sama (dengan Densus 88), tapi bentuknya beda. Mereka kan bersenjata, kalau Densus 99 itu lebih banyak spiritual dan semangat untuk menangkal suatu yang tidak diinginkan terjadi di masjid-masjid NU,” kata As’ad dilansir Liputan6.



Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menuturkan, maksud dari menangkal tersebut adalah bila ada kelompok radikal memasuki masjid-masjid, khususnya warga NU, maka Densus 99 akan melakukan tindakan. “Jadi kalau ada kelompok itu (radikal) yang masuk ke masjid, kalau tak mau disuruh keluar, ya nanti kita bawa ke kantor polisi,” katanya.



Sementara itu Mabes Polri enggan mengomentari kehadiran Densus 99. “Silakan tanya masyarakat saja,” kilah Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana, Senin (18/7). Menurutnya, Densus 99 berbeda dengan Densus 88. “Kan mereka (Densus 99) bukan aparat,” sebutnya.

1 comment: