### Hal seiring Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan Letnan Jenderal TNI (purn) Rais Abin dan Mayor Jenderal TNI (purn) Sukotjo Tjokroatmodjo yang mengajukan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 33 ayat 6 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. ######SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI BUNG ABRAHAM LUNGGANA ,SH,MH UNTUK MASA JABATAN 2016-2020 HASIL MUNAS IX PEMUDA PANCA MARGA TANGGAL 7-9 AGUSTUS 2016 ####

Friday, August 13, 2010

Buka Puasa Bersama Para Veteran dan Perintis Kemerdekaan


Proses Perjuangan dan Diplomasi Sama Pentingnya
Jakarta:Jumat, 13 Agustus 2010, 18:30:51 WIB : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan bahwa setiap memperingati hari kemerdekaan, sepatutnya melakukan refleksi atau perenungan. "Maknanya adalah mengenang, menghayati hari kemerdekaan yang diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta," kata SBY saat berbuka puasa bersama para perintis kemerdekaan, veteran, purnawirawan, wredatama, warakwari pahlawan nasional, dan angkatan 45 di Istana Negara, Jumat (13/8) sore.

Kepala Negara juga menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia ini bukan datang dari langit. "Bukan diberikan negara manapun tapi atas perjuangan masyarakat Indonesia dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Presiden. "Sepatutnya kita semua tidak pernah tidak memperingati hari bersejarah itu," tambahnya.

Menurut SBY, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya harus diberikan kepada para pendahulu bangsa. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan dan para pendahulunya," ujar SBY. Selain itu, Presiden SBY juga mengingatkan bahwa dalam proses mencapai cita-cita bangsa yaitu bangsa yang berdaulat adil dan makmur, masih diperlukan banyak perjuangan dan harus berkesinambungan.

Oleh karena itu, apabila harus memilih antara proses perjuangan dan diplomasi, keduanya sama pentingnya. "Pertautan antara perjuangan dan diplomasi sama pentingnya, karena kedua hal itulah yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan," SBY menjelaskan.

Di akhir sambutannya, Kepala Negara mengingatkan jika ingin mengucapkan dalam satu kalimat tentang nilai besar apa yang telah diwariskan oleh pendahulu dan menjadi bagian tak terpisahkan adalah konsensus dasar yang menjadi pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan, dan Bhineka Tunggal Ika. "Kita tidak boleh mundur dari keempat pilar itu," tandas SBY. (yun)

No comments:

Post a Comment